Home Politik

Tragedi Kemanusian di Libya, 4200 Jiwa Meninggal Dunia, Indonesia Terjunkan Misi Bantuan ke Libya

by suarahati.id - 04 Oktober 2023, 08:44 WIB 69 times read

Dua bendungan di Derna Libya jebol, lebih dari 4.200 jiwa bukan angka yang sedikit dalam hasil penghitungan kaji cepat sementara jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa menyita perhatian dunia internasional.

Otoritas setempat bahkan memperkirakan angka tersebut masih sangat berpotensi merangkak naik, sebab masih ada ribuan warga yang hilang.

Banjir dahsyat itu juga menyapu permukiman hingga mengakibatkan 43 ribu lebih jiwa kehilangan tempat tinggalnya.

Peristiwa yang disebut-sebut mirip tsunami itu terjadi Minggu 10/9-2023, saat matahari mulai pergi ke peraduannya.

Menurut otoritas setempat, Badai Daniel dikatakan sebagai biang kerok yang memicu terjadinya bencana dahsyat itu. Sebelumya, badai dengan kecepatan angin 70-80 kilometer per jam disertai hujan dengan intensitas 150-240 milimeter itu juga menghantam Pantai Mediterania.

Tim pencarian dan pertolongan korban harus bekerja non-stop untuk mengevakuasi para korban termasuk penyelamatan. Bahkan dalam sehari tim SAR mampu menemukan sebanyak 245 korban meninggal dunia.

Pihak berwenang Libya kemudian mendeklarasikan status darurat ekstrem, menghentikan aktivitas masyarakat seperti sekolah, perdagangan dan memberlakukan jam malam demi alasan keamanan.

Sebagai upaya percepatan penanganan darurat, pihak Libya akhirnya membuka kran bantuan dari berbagai pihak termasuk internasional. Secara diplomasi, Libya juga mengetuk pintu Pemerintah Indonesia melalui Nota Diplomatik KBRI Libya di Tripoli bernomor B-00266/Tripoli/230913 dan menaruh harap untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan guna meringankan beban yang sedang dialami masyarakat di sana.

“Atas dasar itu kemudian Pemerintah Indonesia memutuskan memberikan dukungan secara langsung. Keputusan itu sendiri diwujudkan atas arahan Presiden Joko Widodo, yang kemudian dibahas dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa 22/9-2023,”ujar Sekretaris Utama BNPB, Rustian, Senin 2/10-2023 pada rilis diedarkan Pusdatin BNPB.

Dari hasil rapat itu, Pemerintah Indonesia di bawah komando Kemenko PMK dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membentuk tim bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kementerian Kesehatan (Kemkes) dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengirimkan dukungan kemanusiaan berupa logistik dan peralatan.

Ihwal pemberian dukungan penanganan bencana kepada internasional sudah menjadi budaya Indonesia yang selalu berpegang teguh untuk selalu _Among the first to help our brother countries_.

Selain Libya, Pemerintah Indonesia sebelumnya juga membantu negara-negara sahabat yang dihantam bencana seperti Turki, Suriah, Pakistan, Myanmar dan Vanuatu.

Sumber : Tribunsumbar

Politik


Share :

Trending Topik